our blog is about :
October
2011
8
Membongkar Mitos SEO

Seperti dalam bisnis, tidak ada hal yang konstan dan absolut dalam SEO. Tetapi dengan pengetahuan, Anda dapat menyingkirkan mitos-mitos tentang SEO sehingga dapat terhindar dari sia-sianya waktu dan tenaga Anda.

Mitos tentang SEO yang mungkin paling merusak adalah jaminan kesuksesan. Ingatlah hal ini: SEO merupakan target bergerak dan target dengan jangka waktu tertentu, “jaminan” kesuksesan pada sebuah metode SEO telah terbukti tidak efektif. SEO dari tahun ke tahun terus berubah, malahan hitungannya makin sempit tidak cuma hitungan tahun tapi hitungan bulan.

Keyword meta tags: setelah bertahun-tahun misteri menyelubungi keyword meta tags, yakinlah bahwa saat ini google tidak menggunakan data ini untuk menentukan hasil posisi pencarian. Meskipun Anda mungkin ingin menggunakan keyword meta tags sebagai referensi agar tetap terlacak dalam pengoptimalan halaman individu, jangan mengandalkan hal tersebut untuk merebut peringkat pertama yang sukar dipahami. Sebagai catatan, Yahoo! rupanya terus menggunakan keyword meta tags, meskipun Bing belum ada keputusan mengenai hal tersebut. Menjaga keyword meta tag mungkin menawarkan beberapa jaminan, namun hanya untuk berjaga-jaga jika saja suatu mesin pencari memasukkan faktor tersebut ke dalam algoritmanya.

Meta descriptions : kembali ke tahun 2007 atau sebelumnya dan Anda akan menemukan hampir setiap SEO berbicara tentang panjang yang tepat untuk meta descriptions. Saat itu, meta descriptions yang ditampilkan pada SERPs selalu beberapa baris teks yang ditentukan oleh pemilik situs, tapi sekarang tidak lagi. Algoritma Google sekarang mengambil pencocokan baris / frase di halaman isi yang terkait dengan permintaan pencarian dan selektif dalam menampilkan bagian-bagian konten pada SERPs snippet. Pastikan untuk melakukan penelitian kata kunci Anda ketika mempersiapkan konten baru.

Keyword Density: Pada titik tertentu dalam evolusi SEO, seseorang melihat bahwa mengikuti keyword density tertentu membantu dalam mengoptimalkan konten. Seperti yang Anda bayangkan, setiap SEO dari Maryland ke Marakesh mengangkat itu. Meskipun mungkin ada benarnya pada ide waktu itu (karena search engine spider dapat mendeteksi pola) namun hal tersebut berlaku sedikit merit hari ini. Memastikan halaman konten yang dioptimalkan termasuk kata kunci adalah penting – persentase yang sebenarnya (keyword density) yang lebih penting untuk pencari mitos ketimbang matematikawan sejati.

Dynamic URLs: tiga besar mesin pencari telah membuat langkah besar dalam bagaimana mereka mengatur dynamic urls. Hasilnya adalah bahwa kekhawatiran pada duplikat konten (bencana bagi web-web besar) jauh lebih sedikit hari ini. Parameter yang paling sering digunakan dan dihindari (misalnya session ID, atribut produk) adalah “dikenal” oleh mesin pencari, sehingga tidak ada usaha ekstra yang diperlukan untuk mengkonversi mereka ke format SEO friendly. Termasuk canonical link tag dapat “meberi tahu” mesin pencari untuk mengindeks URL yang lebih disukai, bukan yang panjang, versi dinamis.

Flash: Meskipun mesin pencari (Google khususnya) akan semakin baik dalam mengindeks konten yang terdapat dalam Flash, namun hal itu masih jauh untuk dituju. Dulu memiliki sebuah situs web full-Flash akan menghasilkan kinerja SERPs yang miskin, tetapi kenyataannya adalah bahwa menggunakan Flash dari dulu sampai sekarang memberikan Anda lebih sedikit pilihan untuk SEO jika dibandingkan dengan halaman yang kaya akan konten. Tapi itu tidak berarti SEO yang buruk. Anda dapat fokus pada faktor-faktor SEO lainnya, seperti membangun high authority link, dan mendapatkan hasil yang sama baiknya.