our blog is about :
September
2011
18
Di Awal, Tidak Ada Website Yang Sempurna

Website yang baik, bagus, benar, atau dengan kata lain website yang sempurna adalah sebuah proses dari pra pembuatan website, perencanaan, ekskusi sampai dengan maintanance sebuah website. Satu hal yang perlu disadari, website tidak bisa sempurna di awal.

Website yang kami bangun, kami ingin sekali segera memperlihatkannya kepada orang-orang. Yang membuatnya menjadi tertunda adalah alasan bahwa website masih kurang ini dan itu. Fitur yang tidak penting sering kali menjadi pertimbangan sehingga sebuah website menjadi tertunda waktu launchingnya.

Blog Divren yang barusan kami buat, selesai hanya dalam waktu 1 minggu. Anda dapat lihat blog ini, tidak ada fitur-fitur yang membuat weblog ini menjadi kompleks sehingga website ini dapat selesai dalam waktu singkat. Kami fokus pada hal-hal yang esensi dahulu, hal yang sekunder dan tambahan diurus belakangan. Jika Anda lihat blognya Divren yang baru ini, Anda akan lihat sebuah blog yang sederhana sekali namun sangat fokus pada konten. Dan itulah esensi sebuah blog, fokus pada konten.

Blog ini tidak dilengkapi dengan widget artikel terbaru, popular post & archive post. Tidak ada banner ads maupun link ke situs-situs website lainnya. Hanya ada 1 widget, twitter update. Hal-hal itu mungkin perlu dan malahan penting, tapi itu bukan hal yang esensi. Fitur yang paling esensi adalah artikel. Blog ini dapat hidup tanpa widget-widget, tapi blog ini tidak dapat hidup tanpa artikel.

Begitu juga dengan jumlah artikel. Blog ini dimulai hanya dengan 3 artikel saja. Pada awalnya kami memutuskan untuk setidaknya ada 10 artikel baru kemudian blog dipublikasikan. Tapi kami kira hal ini kurang tepat dan terlalu lama. Desain blog sudah cukup baik, 3 artikel pun sudah cukup baik. ‘Cukup baik’ sudah cukup di awal. Kita tidak butuh sempurna di permulaan.