13 April 2011

Banyak orang mengatakan bahwa tujuan utama kita membuat website adalah menjual produk/jasa kita. Salah!
Jika tujuan Anda membuat website adalah untuk menjual produk/jasa maka Anda akan cenderung menganggap bahwa kunjungan pertama orang ke website Anda seharusnya langsung terjadi penjualan. Ini justru dapat membuat 'bencana' bagi website Anda karena konsumen cenderung tidak suka dipaksa untuk membeli sebelum mereka percaya pada Anda.
Lalu apa tujuan utama website kita?
Tujuan utama website dibuat adalah untuk membuat pengunjung berkunjung kembali.
Pada website yang berorientasi penjualan, kebanyakan pembelian/transaksi dilakukan pada kunjungan kesekian kalinya pada website. Mungkin jika jualan Anda harganya hanya puluhan ribu hal itu dapat lebih banyak mendatangkan transaksi pada kunjungan pertama. Tapi jika harganya sudah mencapai ratusan ribu, maka kecenderungannya adalah transaksi akan terjadi pada kunjungan berikutnya.
Kita bisa belajar dari angka-angka di bawah ini :
- Selama 3 periode, DotNet Invoice membukukan 450% lebih penjualan pada 'pengunjung yang kembali' dibanding pengunjung pertama kali
- Lebih dari 1 tahun, JustBeachTowel membuat 770% lebih penjualan pada pengunjung yang kembali
- Dalam jangka waktu sekitar 3 bulan, AWPCP membukukan 400% lebih penjualan pada pengunjung yang kembali
- Dalam 2 bulan, CrazyEgg (kebetulan kami juga memakai layanan mereka) membukukan 1585% lebih penjualan pada pengunjung yang kembali
Tipikal website, 80% adalah orang yang baru pertama kali berkunjung. Sisanya yang 20% memiliki peluang 4-16x untuk membeli. Disinilah tujuan website yang sesungguhnya beraksi, yaitu untuk membuat pengunjung agar kembali. Tujuan desain website adalah mengkonversi jumlah atau persentase orang yang berkunjung kembali. Sedangkan tujuan advertising dan SEO (Search Engine Optimization) lebih condong kepada memperbanyak jumlah orang yang baru pertama kali berkunjung.
