Ahli epidemiologi di Griffith University, Australia, Dicky Budiman menjelaskan booster vaksin Covid-19 menggunakan metode mesenchymal secretome stem cell (MSC).

Dicky mengatakan, pengembangannya mirip dengan metode dendritik atau metode vaksin yang menghilangkan sel-sel dendritik dari tubuh.

“Jadi MSC itu hampir sama dengan dendritik ya, meski lebih maju dari dendritik, tapi masih dalam proses [pengembangan],” kata Dicky kepada CNNIndonesia.com, Kamis (26/8).

Perlu diketahui, vaksin Nusantara yang dijelaskan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menggunakan metode dendritik dalam pengembangannya.
Lihat juga:
[img-judul]


Mengenal sel punca yang digunakan Panglima TNI sebagai penguat Sinovac

Dicky menjelaskan, mengembangkan vaksin dengan metode sel punca sama dengan mengembangkan vaksin yang sebelumnya dikembangkan oleh dokter. Namun Dicky tidak menyebut apakah hal itu mirip dengan pengembangan vaksin Terawan.

“Platform ini sama dengan stem cell atau yang kemarin ramai adalah salah satu dokter yang sedang dikembangkan,” kata Dicky.

Menurut Dicky, 55 jenis vaksin sedang dikembangkan di seluruh dunia

menggunakan metode MSC. Namun, pengembangan masih berlangsung dan sedang dalam tahap uji klinis tentang kemanjuran dan keamanan MSC.

Dari 55 jenis vaksin yang telah dikembangkan dengan sel punca, sebagian besar masih dalam tahap 1 dan tahap 2. Bahkan pengembang vaksin yang menggunakan metode MSC relatif sedikit yang sudah dalam uji klinis tahap 2. Efektivitas.

“Belum tahu vaksin boosternya seperti apa karena masih uji coba. Kalau namanya masih uji coba, belum bisa dipakai ke masyarakat umum,” ujarnya.

Dicky tak menampik potensi pengembangan vaksin Covid-19 menggunakan metode MSC atau sel punca. Dia mengatakan dia sekarang harus menunggu hasil uji klinis.

“Potensinya jelas ada, tapi kalau bicara penelitian

, harapan itu harus dikelola sambil menunggu hasil tes. Harapan ini tidak bisa mendahului hasil tes,” kata Dicky.

Lihat juga:
[img-judul]
Penguat vaksin Covid-19 Panglima TNI menggunakan sel punca

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dikabarkan telah menerima booster vaksin Covid-19 dengan metode MSC atau sel punca. Demikian disampaikan dokter pribadi Panglima TNI, Mukti Arja Berlian.

Mukti mengatakan sel punca adalah induk dari semua sel dalam tubuh manusia. Sel tersebut dikatakan mampu berdiferensiasi menjadi lebih dari 200 sel lain di dalam tubuh.

Sel bertanggung jawab untuk memperbaiki jaringan yang rusak atau mengganti sel-sel lain jika ada sel-sel mati di dalam tubuh.

Pada pasien Covid-19, menurut Mukti, sel punca dianggap berguna untuk menghentikan badai sitokin, memperbaiki disfungsi baru, mencegah fibrosis paru, dan meningkatkan fungsi paru-paru.

Dia mengatakan, Hadi belum menerima booster Covid-19 dari vaksin yang saat ini tersedia di Indonesia seperti Sinovac, Sinopharm, Pfizer, AstraZeneca atau Moderna.

Lihat Juga

https://www.suratkabar.id/
https://www.chip.co.id/
https://www.atursaja.com/
https://vncallcenter.com/
https://jadwalxxi.id/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *